Rabu, 03 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
resensi
Judul Buku : My Valentine
Penulis : Hanna Al – Ithriyah
Terbit : Gema Insani
cetakan : 1, Dzulqa’idah 1427 H / November 2006 M
Tebal : 192 halaman
Hanna Al – Ithriyah, penulis muda berbakat ini masih bersekolah di
madrasah aliah ( P1 ) Annuqayah, Sumenep, Madura,. Lahir di Sumenep, 22
desember 1985, karyanya yang berjudul “ Selaka Rindu Dinda “ berhasil
memperoleh juara hiburan pertama pada lomba SMCI Gema Insani dan di
bukukan dalam antologi cerpen pemenang sayembaya yang judulnya diambil
dari judul cerpennya, “ Selaka Rindu Dinda “.
Kali ini, Hanna Al – Ithriyah kembali meluncurkan buku kumpulan cerpen
karyanya yang berjudul “ My Valentine “ yang berisi sebelas cerita
dengan karakteristik yang berbeda di setiap ceritanya.
Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat
ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah
judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang
salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya,
padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu
bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang
memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan
keterangannya.
Diantaranya sebelas cerita, ada 3 cerita yang terlihat paling menyentuh
hati dan mengharukan. Ketiga cerita itu adalah “ Dialog Alam Barzah “, “
H Minus 7 ( My Valentine )”, “ Donat “. Ketiga cerita ini mengandung
makna yang sangat dalam. Bisa dilihat dari cerita “ Dialog Alam Barzah “
menceritakan tentang amalan seseorang yang tidak menjamin masuk surga
yaitu menceritakan di 24 orang hamba Allah , yang salah satu dari mereka
adalah ahli ibadah, ternyata seorang ahli ibadah tidak menjamin dia
akan masuk surga karena orang tersebut belum bisa menghindari penyakit
hati.
Ternyata yang masuk surga adalah orang yang selalu menjaga agar hatinya
selalu bersih dari penyakit hati. Dalam cerita ini bahasa yang
digunakan sangat mudah dimengerti seakan-akan kita menyaksikan langsung
kejadian tersebut.
Dicerita yang kedua bahasa yang di digunakan yaitu bahasa gaul anak
remaja sekarang yang berjudul “ H Minus 7 ( My Valentine ) “ isinya
menceritakan seorang anak muda yang bernama Boy. Anak muda ini sedang
mencari pasangan untuk merayakan hari valentine, ternyata cewek-cewek di
sekolahnya sudah mempunyai gandengan. Yang belum hanya anak Rohis.
Tentunya itu memperkenalkan seorang akhwat itu dan temannya memberi
saran untuk secepatnya mengirim sebuah kado dan sekotak coklat. Boy
mengikuti saran temannya itu. Setelah itu Boy mendapat bingkisan itu
kembali dan didalamnya terdapat securik kertas yang didalamnya berisi
penolakan menerima bingkisan Valentine itu. Akhwat itu menolak ajakan
dan pemberian bingkisan itu, lalu akhwat itu menjelaskan alasannya dan
memberi pesan yang sangat menyentuh hati sehingga bisa membuat Boy
kembali mendekat kepada Allah SWT.
Dicerita yang ketiga “ DONAT “ isinya kita ambil hikmah yang sangat
besar karena ceritanya sangat menyentuh hati, sampai bisa membuat
menangis pembacanya dan sangat membuat penasaran karena judulnya seperti
komedi. Didalamnya menceritakan sebuah keluarga yang harmonis, seorang
ibu yang mempunyai dua orang anak yang bernama Yuli dan Ipit. Ipit anak
yang paling kecil, dia sangat suka makan donat. Sehari saja dia makan
donat dia pasti mayur dan bertingkah tidak karuan. Suatu hari dia masuk
rumah sakit, ternyata dia mengidap penyakit turunan dari ayahnya yaitu
penyakit diabetes. Tidak berapa lama Ipit meninggal dunia, ibunya dan
kakanya sangat menghawatirkan. Cerita itu sangat mengharukan dibanding
cerita yang lain.
Kesimpulan cerpen ini sangat bagus karena bisa membuat pembacanya
penasaran dan semua makna ceritanya sangat mendalam, banyak sekali
hikmah yang bisa kita ambil di buku itu, bahasanya tidak berbeli-belit
tapi sangat mudah di mengerti.
Setelah membaca buku kumpulan cerpen “ My Valentine ‘ karya Hanna
Al-Ithriyah, sangat berdampak positif terhadap pembacanya dan banyak
sekali hikmah yang bisa diambil, selain itu bisa menjadikan kita sadar
dalam dalam menjalani hidup ini. Kelebihan yang paling menonjol didalam
buku ini adalah judulnya yang sangat bagus karena judul itu seperti
mendeskripsikan isinya cerita yang bukan islami, tetapi kenyataanya
isinya itu sangat islami.
Kumpulan cerpen ini mempunyai beberapa kekurangan yaitu alur ceritanya
kurang mengerti dan jalan semua ceritanya terlalu lambat.
copyright by anak rohis smunsa
Langganan:
Komentar (Atom)


